Segenap Pimpinan dan Seluruh Karyawan/karyawati Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Mengucapkan "Selamat Tahun Baru 2012"
Halaman

PNF dan PT

Pedoman Administrasi PAUD

Print

Untuk memulai unduh dokumen Pedoman Administrasi Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Jalur Pendidikan Non Formal (TPA, KB, SPS/POS, PAUD/TPQ), silakan klik disini.

Analisis dan Evaluasi Program Pendidikan dan Pengembangan Anak Usia Dini di 4 Kabupaten Provinsi Jawa Tengah

Print

Undang – Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan secara tegas disebutkan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (pasal 1, butir 14).

Berdasarkan amanat itu, dan menyadari bahwa  Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan program yang strategis bagi penyiapan generasi bangsa Indonesia ke depan, sehingga PAUD menjadi salah satu program prioritas Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). Maka adanya dukungan untuk Program Pendidikan dan Pengembangan anak Usia Dini (PPAUD) atau Proyek Early Child Education and Development (ECED), menjadi pertimbangan Pemerintah Indonesia dalam mencerdaskan kehidupan bangsa kedepan. Hal itu dikarenakan layanan PAUd di Indonesia pada umumnya masih terfokus pada keluarga relatif mampu terutama yang tinggal di perkotaan. Sementara itu PAUD belum menjadi pendidikan wajib. Untuk itu perlu ada program percepatan guna memberikan layanan terhadap anak usia dini melalui pendekatan yang lebih holistik dan terintegrasi.

Oleh karena itu  untuk mengetahui sejauh mana program tersebut dapat dilaksanakan dan bersinergi dengan  baik, tepat sasaran ,tepat guna, tepat waktu dan tepat mutu,melalui dukungan dana APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2010 DPA Nomor 31/2009 , Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Bappeda, BKKBN, BP3AKB, Bapermasdes, HIMPAUDI, Praktisi PAUD,AKADEMISI dan Stakeholders lainnya telah melakukan Monitoring dan Evaluasi  terhadap Program PPAUD di 4 Kabupaten Rembang, Wonogiri, Banjarnegara dan Cilacap, selanjutnya hasil Monev dilakukan kajian dan analisis sebagai dokumen laporan dan bukti pertanggungjawaban dalam pelaksanaan tugas.

Klik disini untuk mengunduh dokumen Analisis dan Evaluasi Program Pendidikan dan Pengembangan Anak Usia Dini di 4 Kabupaten Provinsi Jawa Tengah.

PAUD Wonogiri Dapat Bantuan Bank Dunia

Print

WONOGIRI-Bank Dunia (World Bank) memberikan bantuan dana 90 ribu dolar AS atau senilai Rp 13 miliar lebih untuk pengembangan pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Wonogiri. Rabu kemarin, dilakukan penandatanganan surat perjanjian pemberian bantuan (SPPB) di Aula Kantor Diknas Wonogiri.

Penandatanganan dilakukan oleh pejabat pembuat program yakni Kepala Sub Dinas Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas Pendidikan Wonogiri Drs H Suharno MPd, dan Kepala Dinas Pendidikan Wonogiri Drs H Suparno MPd, bersama para pimpinan lembaga PAUD yang menerima bantuan.

Secara simbolis dari pimpinan PAUD diwakili oleh Sutarman dari PAUD Desa Miri Kecamatan Kismantoro dan Sutarjo dari PAUD Desa Pondok Kecamatan Ngadirojo.

Ikut hadir memberikan sambutan, Ketua Komisi D DPRD Wonogiri, Wawan Setya Nugraha SSos. Upacara penandatanganan naskah SPPB pengembangan PAUD dilanjutkan dengan bimbingan teknis yang dilakukan oleh tim fasilitator.

Menurut Suparno, Kabupaten Wonogiri terpilih sebagai model nasional dalam pengembangan PAUD, di samping Kabupaten Banjarnegara, Cilacap, dan Rembang. Program pengembangan tersebut akan berlangsung selama tiga tahun.

Kasub Dinas PLS Wonogiri, Suharno, mengatakan program PAUD yang didanai bantuan Bank Dunia tersebut untuk membiayai pengembangan PAUD di 60 dari 294 desa yang ada di Kabupaten Wonogiri. Realisasi pencairannya akan dilakukan dalam tiga tahap selama tiga tahun berjalan.

Untuk tahap pertama dan kedua direalisasikan masing-masing sebesar 30 persen, kemudian tahap ketiga sebesar 40 persen. Terkait ini, Pemkab melalui APBD Wonogiri juga memberikan sharing pendampingan bantuan dana Rp 300 juta. (P27-45)

sumber: suaramerdeka.com

Last Updated on Wednesday, 24 February 2010 03:03
Joomlart

Portal Nasional